Kamis, 20 Desember 2012

Indah, Ketika Kau utusan dariNya untukku " Ayah"



Indah, Ketika Kau utusan dariNya untukku " Ayah"


indah bukan ketika berpelukan ?

menangis karna perjuangan, terharu karna hasil tangisan

indah bukan ketika canda tawa ?

melebarkan senyuman, mengeluarkan banyak ide

indah bukan ketika dicium dikening ?

meluaskan kata hati, berfikir indah, serta dalam hati bilang "Aku menyayangi moment ini"


Ayah... Ketika hati ini sakit

ketika hati ini tak coba kau tanyakan, ketika aku dipandang sebelah mata

Tuhan.. Apa jemari kecilMu ini tak pantas merasakan ?

Apa benalu lemahMu ini tak bisa merasakan hangatnya pelukan beliau ?


Ayah.. Haruskah aku bertanya. Kapan Kau memelukku, mencium keningku dan tak menoleh ke yang lain ?

Ayah, haruskah penuh segala materi ?


Kau sesosok tak terlihat , tapi aku bisa merasakan

sesosok tak tersentuh, tapi aku bisa mendengar keluhanmu


Mata ini terus meneteskan namamu Ayah, entah harus bagaimana lagi aku mengusapnya

Tisu tak sanggup, terlalu lemah dan tak berdaya menghapus air mata ini

Ayah, ketahuilah. Sebagaimana pantasnya aku menulis ini di blogs

Sejauh ini belum sempat aku utarakan apa maksud semua

Dan percuma, sebelum mengucap air mata lalu lalang mendahului


Kaulah kapitenku, ketika singgasana matahari menenggelamkan senyumnya

Bahkan aku tak sedikitpun membencimu. Karna Kau utusan Tuhan untukku :')))