Rabu, 09 Oktober 2013

Tentang menyeimbangkan hidup dan bisa berjalan beriringan, dear

 Bukan masalah kita seumuran, beda sedikit pada umur, lebih tua, apapun tentang umur.. Dewasakan hubungan bermulai dari masalah awal kita menepis rasa muncul sayang.. Apalagi yang kau tunggu ? Kita masih bisa bersama ? Membuat beradu kasih tumbuh hingga kita jalin ke sandaran pelaminan ? Kemungkinan besar, apa yang bisa kita perbuat jika ternyata ita tidak satu ? komunikasi sudah dijalani. Dimana Hiidup ini penuh rasa adanya aku. Kerinduan diantara namaku dan kamu. Masalah apalagi?
Iya, mungkin karna kau menginginkan usia matang  aku kini masih bisa bersama kamu dan ada kita.
Masa lalu mu itu kamu, Masa depan sekarang itu kita. Yaa, menyatu lah denganku.. Layaknya anak kecil yang bermain lepas tertawa tanpa memikirkan. Layaknya seorang gagah dewasa yang banyak pemikiran sehingga yang sepele enjadi besar dipermasalahkan, layaknya seorang Tua yang sudah meikirkan angka beban tinggi. Sayang, mereka bahagia. Layaknya aku menyayangimu, sesimple aku sayang amu. Semudah kamu mempertahankan keadaanku. Sesulit mereka yang merogoh disela kita. Perjuangkan, jika memang patut.
Posted by Picasa

Selasa, 08 Oktober 2013

TAHU DIRI ost Perahu Kertas ` Maudy Ayunda (Indah dan Resah, pergilah kasih)

TAHU DIRI

Hai, selamat bertemu lagi..

Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak bediri di depanmu kini
Sakitnya menusuk jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati

Dan..upayaku tahu diri..
Tak slamanya berhasil
Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bersama
Pergilah,menghilang sajalah lagi

Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan sgala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah

Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku tlah berjanji
Menyerah....

Dan..upayaku tahu diri
Tak slamanya berhasil

Pergilah,menghilang sajalah
Pergilah,menghilang sajalah lagi..



Iya ini indah, aku mencoba mengerti :))

Jangan buat aku menangis...
sedetik, semenit, sejam, hingga beberapa waktu berputar
Melihat, Manatap, Merasakan sosok didalam seseorang, lihat aku
Lihat aku, berdetak jantung berbicara "Akulah Penguasa Hatimu"
Aku dengan sabar ingin merasakan detak langkamu menuju ku... Tapi,
Tapi apa lah, Hingga aku bersabar tak terdengar suara langkahmu itu kepadaku, hanya aroma tubuhmu merasuk
ya merasuk, seolah ingin memeluk aroma mu itu lebih dekat, dekat..'
Haruskah aku tunggu detakkan langkahmu itu ? Gores, goresan dalam
Senyata dan sepenting itukah kamu berpalingkan langkahmu dg yang lain
hingga aku berdoa, Mungkin doa ku untukmu adalah suatu zina yg dilarang
Aku sudah terlalu memaksakan kehendak yang itu layanya "harus" ya seperti kata itu
Untuk apa, aroma ubuhmu yg melekat. Tapi aku tidak merasakan langkahmu dekap denganku

Harapku, dengarkan..
Seruang gelas kecil saja, kamu merasakan aroma ku. Mungkin tak berarti.. Bagiku aroma mu yg 1 tetes keringatmu, sudah mewakili
iya, aku bermaksud rasakan saja.. lihatlah saja, toleh sebentar pandanganmu, perhatianmu
lihat betapa tulus aku menunggumu..
Dan langkah itu, ketika kau milikku.. Mereka disekelilingmu memang nyata dan penting hingga terpesona
Aku semu tak terbayang, tak ada, terbesit, bahkan kau tak tahu aku
Coba kenali aku lebih dalam. Terbesit langsung aku mengkhayal
berapa banyak kebahagiaan lagi yg bisa aku sebar.. Itu semua tentangmu.. Tentang mu

Memang ketika fisik berbicara, aku tak bisa mengutarakan. Aku hanya jual tulus ini
Jangan Buat aku menangis, aku menyukaimu hingga dalam.. Hingga siap terencana..
Hingga waktunya lelah, aku an menangis