Jangan buat aku menangis...
sedetik, semenit, sejam, hingga beberapa waktu berputar
Melihat, Manatap, Merasakan sosok didalam seseorang, lihat aku
Lihat aku, berdetak jantung berbicara "Akulah Penguasa Hatimu"
Aku dengan sabar ingin merasakan detak langkamu menuju ku... Tapi,
Tapi apa lah, Hingga aku bersabar tak terdengar suara langkahmu itu kepadaku, hanya aroma tubuhmu merasuk
ya merasuk, seolah ingin memeluk aroma mu itu lebih dekat, dekat..'
Haruskah aku tunggu detakkan langkahmu itu ? Gores, goresan dalam
Senyata dan sepenting itukah kamu berpalingkan langkahmu dg yang lain
hingga aku berdoa, Mungkin doa ku untukmu adalah suatu zina yg dilarang
Aku sudah terlalu memaksakan kehendak yang itu layanya "harus" ya seperti kata itu
Untuk apa, aroma ubuhmu yg melekat. Tapi aku tidak merasakan langkahmu dekap denganku
Harapku, dengarkan..
Seruang gelas kecil saja, kamu merasakan aroma ku. Mungkin tak berarti.. Bagiku aroma mu yg 1 tetes keringatmu, sudah mewakili
iya, aku bermaksud rasakan saja.. lihatlah saja, toleh sebentar pandanganmu, perhatianmu
lihat betapa tulus aku menunggumu..
Dan langkah itu, ketika kau milikku.. Mereka disekelilingmu memang nyata dan penting hingga terpesona
Aku semu tak terbayang, tak ada, terbesit, bahkan kau tak tahu aku
Coba kenali aku lebih dalam. Terbesit langsung aku mengkhayal
berapa banyak kebahagiaan lagi yg bisa aku sebar.. Itu semua tentangmu.. Tentang mu
Memang ketika fisik berbicara, aku tak bisa mengutarakan. Aku hanya jual tulus ini
Jangan Buat aku menangis, aku menyukaimu hingga dalam.. Hingga siap terencana..
Hingga waktunya lelah, aku an menangis
Tidak ada komentar:
Posting Komentar